Feature

Kado Ramadan Lazismu GKB Ruang Istikamah Berbagi

47
×

Kado Ramadan Lazismu GKB Ruang Istikamah Berbagi

Sebarkan artikel ini
Kado Ramadan Lazismu GKB di Mugeb Primary School menghadirkan tilawah, tausiyah, dan berbagi bantuan bagi lansia, panti asuhan, dai, serta masyarakat dalam suasana hangat kebersamaan Ramadan.
Peserta dan tamu undangan menyimak sambutan Direktur Lazismu GKB, Siswanto, S.Pd.I. di Kado Ramadan 2026. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Kado Ramadan Lazismu GKB di Mugeb Primary School menghadirkan tausiyah, door prize, dan berbagi bantuan bagi lansia, panti asuhan, dai, serta masyarakat dalam suasana hangat kebersamaan Ramadan.

Tagar.co — Sore itu, cahaya matahari menembus sela-sela atap sport center SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School). Angin berembus pelan dari sisi lapangan yang terbuka, membawa suasana hangat khas sore Ramadan, Jumat (13/3/2026).

Di atas karpet hijau yang membentang, para tamu undangan duduk rapi—para ibu di sisi kiri, sementara para bapak di sisi kanan. Mereka datang dari berbagai tempat, tetapi dipertemukan oleh satu tujuan: merayakan Kado Ramadan 1447 H dalam semangat berbagi. Satu per satu panitia menyambut kedatangan tamu sejak pukul 15.15 WIB.

Tepat pukul 16.00 WIB, Nur Hakiky, M.Pd, selaku MC membuka acara. Tak lama kemudian, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di dalam lapangan setengah terbuka itu.

Mikhayla Rizkita Kusuma, siswi kelas IV Mugeb Primary School, melantunkan tilawah dengan suara jernih. Ia merupakan peraih Juara I Lomba Hifzil Qur’an MTQ 2025. Para hadirin terdiam, seolah membiarkan ayat-ayat suci itu mengalir perlahan di antara tiang-tiang baja lapangan.

Direktur Lazismu GKB, Siswanto, S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini agenda tahunan Lazismu GKB sejak tahun 2010. “Terima kasih atas kesediaan Bapak dan Ibu meluangkan waktu untuk menghadiri undangan pada sore hari ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini mengundang berbagai unsur masyarakat. Mulai dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), lingkungan sekitar, marbot masjid, dai dan mubalig, siswa binaan penerima beasiswa, hingga pelaku UMKM.

“Terima kasih juga kepada para donatur dan semua pihak yang selalu mengawal Lazismu GKB. Alhamdulillah, sejak berdiri hingga sekarang Lazismu GKB terus berkembang,” tambahnya.

Baca Juga:  Sebanyak 28 Relawan Penjaga Lintasan KA Terima Kado Ramadan

Ia juga mengingatkan, berbagi merupakan anjuran Allah Swt. “Jangan sampai kita selalu senang menjadi penerima. Sampai malam Hari Raya nanti, Lazismu GKB masih menerima zakat fitrah,” tuturnya.

Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Gresik, Taufiqurrahman, S.Kom saat sambutan. (Tagar.co/Nurma Aini Salsabila)

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PCM GKB, Ir. Sugeng M.M. Ia menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Lazismu.

“Pada sepuluh hari terakhir Ramadan ini Lazismu menyelenggarakan berbagai kegiatan rutin. Kami dari PCM GKB mengucapkan terima kasih kepada para donatur Lazismu yang telah mengingat hartanya. Mari kita saling mendoakan, semoga gerakan Lazismu GKB ini terus bermanfaat bagi umat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Gresik, Taufiqurrahman, S.Kom, mengenalkan Lazismu GKB sebagai kantor layanan terbaik di wilayahnya.

“Lazismu GKB sangat istikamah melaksanakan program Kado Ramadan. Semoga Allah terus memberikan kekuatan kepada teman-teman KL GKB untuk melaksanakan program ini pada tahun-tahun berikutnya,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, Lazismu hadir untuk semua. “Terima kasih kepada para donatur yang telah menyalurkan dananya melalui Lazismu. Insyaallah kami amanah menyalurkannya kepada yang berhak,” ungkapnya.

“Program ini mengusung tema Memajukan Kesejahteraan Bangsa. Lazismu tidak hanya membantu umat Islam, tetapi semua yang membutuhkan, termasuk untuk Palestina. Jadi jangan ragu berzakat dan bersedekah di Lazismu,” imbuhnya.

Baca Juga: Spiritual Live In Wadahi Siswa Mugeb Berburu Pengalaman Berharga di MIM “GKB”

Trik Sulap

Acara kemudian berlanjut pada materi dari Ustaz Akhmad Mujahidul Authon, S.Pd.I, guru Mugeb Primary School. Sebelum menyampaikan materi, ia terlebih dahulu mencairkan suasana dengan sebuah trik sulap.

Baca Juga:  Mugeb Primary School Jadi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan KKA

Ia mengajak salah satu peserta naik ke panggung dan memilih satu kartu dari beberapa kartu yang tersedia, lalu menghafal nomornya. Peserta itu kemudian diminta memilih satu dari delapan amplop yang memiliki nomor yang sama dengan kartu yang dipilih.

Ternyata, amplop yang dipilih berisi secarik kertas berisi doa agar masuk surga. Sementara tujuh amplop lain berisi uang seratus ribu rupiah. Tepuk tangan hadirin pun pecah melihat trik sulap tersebut berhasil.

Setelah itu, Authon menyampaikan materi bertajuk “Ramadan: Bulan Penuh Berkah—Menjadi Bagian dari Makna dan Tujuan.” Ia mengajak hadirin tidak sekadar memahami Ramadan, tetapi memberi arti bagi orang lain.

“Mari kita sibuk memberi arti kepada orang lain. Agar ketika kita meninggal nanti, banyak orang yang mendoakan,” pesannya.

Ia juga mengajak jemaah untuk bersabar dan menjaga lisan selama Ramadan. Menurutnya, Lazismu GKB hadir sebagai jembatan kemaslahatan umat.

“Jika ada tetangga yang membutuhkan, sampaikan kepada Lazismu. Lazismu melayani tanpa diskriminasi dan tanpa pilih kasih,” ujarnya.

Authon juga mengingatkan pentingnya mengubah cara pandang terhadap kebaikan. “Besar atau kecil itu perspektif. Yang paling dicintai Allah adalah kebaikan yang dilakukan secara istiqamah,” jelasnya.

Ia kemudian mengajak hadirin untuk terus memperbaiki diri dengan tiga langkah sederhana: mengasah cara pandang terhadap kebaikan, mengenali potensi diri untuk membangun personal branding, serta membangun kesadaran jiwa dan mental dalam kehidupan sosial.

Menjelang akhir sesi, suasana kembali dibuat hidup melalui permainan tebak ayat. Novia Qurrati A’yunina, S.Hum, membacakan potongan ayat Al-Qur’an, lalu para peserta mencoba melanjutkannya. Beberapa peserta tampak tersenyum sambil mengingat-ingat ayat yang pernah mereka hafal.

Baca Juga:  Program Unggulan Nasyiah Gresik Menggema di Gedoeng Moehammadijah

Ketika ada yang berhasil menjawab dengan benar, tepuk tangan spontan terdengar dari peserta lain—ditambah lima doorprize kecil sebagai penyemangat.

Pembagian Kado Ramadan. Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PCM GKB Gresik Kaswandi menyerahkan kepada salah satu penerima manfaat. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Momen Berbagi

Tak lama kemudian tibalah momen yang paling dinanti. Panitia memanggil para perwakilan penerima bantuan untuk maju ke depan.

Ada perwakilan lansia, panti asuhan, yayasan sosial, guru TPA, hingga penerima beasiswa. Beberapa juga datang sebagai wakil dari masyarakat sekitar dan ranting Muhammadiyah di lingkungan sekolah.

Satu per satu paket bantuan diserahkan secara simbolis oleh pimpinan PCM GKB dan Lazismu. Tepuk tangan kembali mengiringi setiap penyerahan. Momen itu terasa sederhana, tetapi sarat makna: tangan yang memberi dan tangan yang menerima bertemu dalam suasana Ramadan.

Sore mulai merambat menuju senja. Cahaya matahari berubah lebih lembut, menandai waktu berbuka yang semakin dekat. Saat azan Magrib berkumandang, para tamu kemudian menikmati takjil yang telah panitia siapkan. Sore itu, para hadirin menunaikan salat Magrib berjemaah. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan pembagian parcel Ramadan kepada para penerima manfaat.

Di Mugeb Sport Center yang sederhana itu, Ramadan kembali menghadirkan satu hal yang selalu dirindukan banyak orang: kebersamaan dan kepedulian. Bagi Mugeb Primary School, kegiatan Kado Ramadan bukan sekadar acara tahunan. Inilah cara sederhana untuk mengingatkan, di bulan suci ini, kebahagiaan sering kali lahir dari hal yang paling mendasar—berbagi. (#)

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni