
Sebanyak 13 santri IPM MBS Madinatul Ilmi berbagi kebahagiaan Ramadan bersama anak-anak LKSA Muhammadiyah Gresik, menghadirkan kehangatan silaturahim dan semangat kepedulian.
Tagar.co – Terik matahari siang Ramadan tak menghalangi langkah para santri Muhammadiyah Boardiang School (MBS) Madinatul Ilmi SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik.
Sabtu (7/3/2026) pukul 12.00 WIB, sebanyak 13 santriwan dan santriwati yang tergabung dalam Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) MBS Madinatul Ilmi berangkat menuju Lembaga Kesjahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Gresik yang berlokasi di Gresik Kota Baru.
Baca juga: Siswa Smamsatu Gresik Tebar 400 Takjil, Hangatkan Ramadan bersama Masyarakat
Mereka datang bukan sekadar berkunjung, tetapi membawa semangat berbagi kebahagiaan dan mempererat persaudaraan dengan anak-anak panti.
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan MBS Madinatul Ilmi. Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Berkah Ramadan: Berbagi Kebahagiaan, Eratkan Persaudaraan.” Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, program Ramadan Berbagi kali ini dilaksanakan di lebih dari satu lokasi, menjangkau wilayah dari utara hingga selatan Kabupaten Gresik.

Sebelum menuju LKSA Muhammadiyah Gresik, tujuh Ipmawati terlebih dahulu berkumpul di MBS Madinatul Putra di Jalan K.H. Kholil Gresik untuk mengikuti briefing bersama. Seusai pengarahan, enam Ipmawan bersama dua ustaz berangkat lebih dulu, disusul tujuh Ipmawati bersama satu ustazah menuju lokasi kegiatan.
Kedatangan rombongan IPM disambut hangat oleh Ketua LKSA Muhammadiyah Gresik, Machfudz Asyrofi, M.Si., di ruang tamu. Para tamu kemudian diarahkan menuju lantai dua yang menjadi masjid sekaligus ruang belajar bagi anak-anak LKSA.
Acara dibuka oleh Mudir MBS Madinatul Ilmi, Ustaz Muhammad Naufal. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada pihak LKSA Muhammadiyah Gresik yang telah memberi kesempatan kepada para santri untuk hadir dan berbagi kebahagiaan di bulan suci.
“Terima kasih kepada LKSA Muhammadiyah Gresik yang telah menerima kehadiran kami. Semoga pertemuan ini menjadi bagian dari silaturahim dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Sambutan berikutnya saya sampaikan sebagai Ketua Umum PR IPM MBS Madinatul Ilmi Putri. Saya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat persaudaraan di antara sesama.
“Kami hadir di sini ingin sedikit berbagi kebahagiaan dan menyalurkan sebagian rezeki untuk teman-teman semua di LKSA,” kata saya.
Saya juga menegaskan bahwa nilai utama dari kegiatan ini bukan terletak pada jumlah bantuan yang diberikan, melainkan pada semangat kebersamaan yang dibangun.
“Mohon jangan dilihat dari besar atau jumlahnya, tetapi lihatlah ini sebagai bentuk tali silaturahim dan rasa peduli kami sebagai sesama. Kami berharap apa yang kami berikan hari ini membawa berkah, bermanfaat, dan bisa sedikit menyenangkan hati teman-teman,” ungkap sayadi hadapan anak-anak LKSA.

Ketua LKSA Muhammadiyah Gresik, Machfudz Asyrofi, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran IPM memiliki makna lebih dari sekadar pemberian materi.
Menurutnya, yang paling penting adalah terbangunnya hubungan silaturahim dan rasa saling memiliki dalam keluarga besar Muhammadiyah.
“Datanglah ke sini kapan saja. Jangan memikirkan datang membawa apa. Yang saya harapkan adalah silaturahim dan perasaan bahwa kita semua saling memiliki,” jelasnya.
Ia juga berharap para pelajar Muhammadiyah mampu menjadi generasi penerus yang menjaga dan mengembangkan amal usaha Muhammadiyah.
“Sekarang kita bisa memberdayakan dalam bentuk motivasi. Harapan saya ke depan, kalian menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna,” ujarnya.

Dia kemudian menjelaskan makna dari tiga peran tersebut. Pelopor adalah generasi yang siap menggantikan generasi sebelumnya. Pelangsung adalah mereka yang menjaga dan meneruskan amal usaha Muhammadiyah.
“Siapa lagi yang akan melanjutkan amal usaha Muhammadiyah kalau bukan kalian, para pelajar Muhammadiyah?” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya nilai persaudaraan dalam Islam.
“Dengan silaturahim, kita memantapkan rasa bahwa kita semua sama. Saling menguatkan dan saling membantu. Itulah nilai Islam yang harus kita terapkan,” katanya.
Kegiatan Ramadan Berbagi di LKSA Muhammadiyah Gresik ditutup dengan sesi foto bersama di masjid. Suasana hangat terasa ketika para peserta saling menyapa, berkenalan, dan berbincang satu sama lain.
Pertemuan singkat itu meninggalkan kesan mendalam—bahwa berbagi di bulan Ramadan bukan sekadar memberi, tetapi juga merajut persaudaraan dan menumbuhkan kepedulian di antara sesama. (#)
Jurnalis Zada Kanza Makhfiya Mohammad | Penyunting Mohammad Nurfatoni






