Telaah

Husnulkhatimah Tak Datang Tiba-Tiba

454
×

Husnulkhatimah Tak Datang Tiba-Tiba

Sebarkan artikel ini
Ridwan Ma’ruf

Kematian yang indah atau husnulkhatimah di sisi Allah adalah hasil latihan panjang dalam amal saleh dan ketulusan hati, bukan kebetulan di ujung usia.

Oleh Ridwan Ma’ruf; Anggota Majelis Pemberdayaan Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah(PDM) Kabupaten Sidoarjo, Pendiri Tahfiz Quran Islamic School Al-Fatih Sidoarjo, dan Praktisi Spiritual Parenting Sidoarjo.

Tagar.co – Dalam pencarian spiritual, makna rahasia di balik husnulkhatimah (akhir yang baik) bukan sekadar momen kematian, melainkan puncak dari perjalanan hidup yang konsisten dalam keimanan dan ketakwaan.

Rahasia utamanya terletak pada transformasi setiap aspek kehidupan duniawi menjadi ibadah yang bernilai di akhirat, melalui niat ikhlas dan bimbingan iman.

Baca juga: Tata Cara Salat sambil Duduk: Rukhsah bagi yang Sakit

Husnulkhatimah adalah tanda bahwa seseorang telah berhasil menjaga imannya secara konsisten dan memelihara hati yang bersih dari kemusyrikan, riya, serta kedengkian hingga akhir hidupnya.

Allah Taala berfirman dalam surah Asy-Syu‘ara ayat 88–89:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ ۙ

(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,

Baca Juga:  Bolehkah Membawa Anak Kecil ke Masjid?

إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ ۝

kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.

Kekayaan harta dan anak tidak akan memberikan manfaat, kecuali bila orang tuanya beriman dan memilih jalan keselamatan di dunia berdasarkan petunjuk Nabi Saw. Sebagaimana firman Allah dalam surah At-Thur ayat 21:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍۢ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tidak mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”

Mati Husnulhhatimah Butuh Perencanaan sejak Dini

Salah seorang sahabat bertanya kepada Nabi Saw:

أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ؟

“Siapakah mukmin yang paling cerdas?”

Beliau menjawab:

أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا، وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ

“Orang mukmin yang paling cerdas adalah yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya menghadapi kehidupan setelah mati. Mereka itulah mukmin yang cerdas.” (Ibnu Majah, sahih).

Baca Juga:  Mengabaikan Ar-Rum 41: Jalan Menuju Kehancuran Bangsa

Maknanya, kematian husnulkhatimah bisa dipersiapkan dan direncanakan. Setidaknya ada tiga tips menuju kematian yang indah di sisi Allah Taala, yaitu:

1. Mendayagunakan Waktu dengan Amal Saleh

Mengapa demikian? Karena kematian akan mengikuti kebiasaan hidup seseorang. Sebagaimana Imam Ibnu Katsir dan Imam As-Sa‘di dalam kitab tafsirnya berkata:

أَنَّهُ مَنْ عَاشَ عَلَى شَيْءٍ مَاتَ عَلَيْهِ

“Sungguh, siapa saja yang hidup di atas suatu kebiasaan tertentu, ia pun akan diwafatkan di atas kebiasaan tersebut.” (Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azim, 2/101).

2. Jangan Suka Menunda Amal Kebaikan

Sebagaimana perkataan Ibnu Umar Ra.:

إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ

“Jika engkau berada di sore hari, janganlah menunggu pagi hari. Dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu sore hari.”

Hadis di atas mengandung larangan menunda amal baik, karena kematian datang pasti dan tiba-tiba, serta membutuhkan banyak bekal amal saleh menuju kehidupan akhirat yang kekal.

3. Memperbanyak Doa agar Diwafatkan dalam Keadaan Husnulkhatimah

Sebagaimana doa Nabi Yusuf dalam Al-Qur’an:

Baca Juga:  Etika Berutang dalam Islam: Jangan Biarkan Utang Menjadi Dosa

تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

“Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.” (Yusuf: 101).

Kesimpulan

Husnul khatimah adalah hasil dari ketekunan dan konsistensi dalam amal saleh sepanjang hidup, bukan hanya di akhir hayat. Wallahualambisawab. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni