
Setiap muslimah pasti akan tertutup auratnya. Pertanyaannya bukan apakah, melainkan kapan—saat hidup sebagai wujud ketaatan, atau setelah mati tanpa pilihan.
Oleh Dwi Taufan Hidayat, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Tagar.co – Menutup aurat bukan sekadar simbol kesalehan lahiriah. Ia adalah perintah Ilahi yang sarat makna spiritual, etika, dan tanggung jawab iman.
Ungkapan bahwa setiap muslimah kelak akan tertutup auratnya—entah dengan hijab atau kafan—menjadi pengingat yang halus sekaligus tegas tentang pilihan waktu: taat semasa hidup atau baru “sempurna” ketika maut datang tanpa kompromi.
Dalam Islam, menutup aurat bukanlah tradisi budaya semata, apalagi hasil konstruksi sosial patriarkal sebagaimana kerap dituduhkan. Ia adalah perintah langsung dari Allah Swt. yang mengandung hikmah perlindungan, kemuliaan, dan penjagaan martabat manusia.
Baca juga: Hukum Menunda Qada Puasa Ramadan
Pesan reflektif ini menyentuh kesadaran terdalam: pada akhirnya setiap muslimah akan tertutup auratnya secara sempurna. Pertanyaannya bukan lagi apakah, melainkan kapan dan dalam keadaan apa—dengan ketaatan atau dengan kematian.
Allah Ta‘ala berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan perempuan-perempuan mukmin agar mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Al-Ahzab: 59)
Ayat ini menegaskan bahwa menutup aurat adalah identitas iman dan bentuk perlindungan, bukan pembatasan kebebasan.
Dalam ayat lain, Allah juga memerintahkan penjagaan pandangan dan aurat sebagai satu kesatuan akhlak sosial:
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
“Katakanlah kepada perempuan-perempuan beriman agar mereka menahan pandangannya, menjaga kemaluannya, dan tidak menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa tampak.” (An-Nur: 31)
Ayat ini menunjukkan bahwa aurat bukan semata-mata soal kain, melainkan kesadaran diri yang hidup dan bertumbuh.
Rasulullah Saw. pun menegaskan batas aurat dengan sangat jelas. Dari Aisyah ra., Nabi Saw. bersabda:
يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ يَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا
“Wahai Asma’, sesungguhnya jika seorang perempuan telah balig, tidak pantas terlihat darinya kecuali ini dan ini.” Beliau menunjuk wajah dan kedua telapak tangan. (Abu Dawud)
Hadis ini menegaskan bahwa hijab adalah batas syar‘i, bukan persoalan selera atau tren.
Ungkapan “entah itu dengan hijab atau kafan” menyimpan refleksi eksistensial yang dalam. Kafan menutup aurat manusia secara total—tanpa tanya, tanpa negosiasi, tanpa alasan.
Jika pada akhirnya aurat pasti tertutup saat kematian, mengapa ketika hidup justru ditunda dengan berbagai dalih: belum siap, belum ikhlas, atau menunggu hidayah? Padahal, hidayah sering kali turun justru setelah langkah pertama ketaatan diambil.
Rasulullah Saw. mengingatkan:
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَادِمِ اللَّذَّاتِ
“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan (kematian).” (Tirmizi)
Kematian adalah kepastian yang menutup semua pilihan. Selama hidup, Allah masih membuka ruang taubat dan amal. Setelah mati, yang tersisa hanyalah penyesalan tanpa kesempatan.
Menutup aurat hari ini adalah pilihan sadar yang bernilai ibadah dan penuh pahala. Menunggu mati hanyalah kepastian biologis tanpa makna ketaatan. Karena itu, pertanyaan “mau sekarang atau menunggu mati?” sejatinya adalah panggilan iman yang jujur.
Hijab adalah kehormatan bagi yang hidup, sedangkan kafan hanyalah penutup bagi yang telah selesai diuji. Selama napas masih ada, ketaatan masih mungkin—dan di situlah kemuliaan seorang hamba diuji. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












