Feature

Gempa Nabire M 6,6, TK ABA 2 dan SD Muhammadiyah Alami Kerusakan

21
×

Gempa Nabire M 6,6, TK ABA 2 dan SD Muhammadiyah Alami Kerusakan

Sebarkan artikel ini
Gempa Nabire Provinsi Papua Tengah berkekuatan M 6,6, TK ABA 2 dan SD Muhammadiyah alami kerusakan. Sebagian besar plafon atap TK ABA 2 rusak berat. Gedung SD Muhammadiyah juga retak
Plafon atap TK ABA 2 Nabire terlepas dari tempatnya akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,6 pada Jumat (19/9/2025) (Tagar.co/Sukarti)

Gempa Nabire Provinsi Papua Tengah berkekuatan M 6,6, TK ABA 2 dan SD Muhammadiyah alami kerusakan. Sebagian besar plafon atap TK ABA 2 rusak berat. Gedung SD Muhammadiyah juga retak

Tagar.co – Gempa dahsyat mengguncang Kota Nabire Provinsi Papua Tengah, Jumat (19/9/2025) dinihari. Gempa berkekuatan 6,6 SR ini terjadi pada pukul 01.19.50 WIB atau 03.19.50 WIT. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BKKG) pusat gempa berada di darat 3 km Tenggara Nabire dengan kedalaman gempa 24 km.

Kondisi gempa yang terjadi pada dinihari tentu membuat warga Nabire panik. Beberapa bangunan juga mengalami kerusakan akibat gempa ini. Termasuk bangunan milik Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Nabire.

Dihubungi tagar.co melalui panggilan WhatsApp, Sabtu (20/9/2025), Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Papua Tengah, Sukarti, S.Pd.I, M.Pd. menjelaskan, di Nabire terdapat delapan TK Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA).

“TK ABA 1 yang siswanya 140 anak bersyukur bangunannya tidak terdampak gempa. Berbeda dengan TK ABA 2 yang jumlahnya siswanya 60 anak. Kondisinya akibat gempa cukup memprihatinkan. Enam TK ABA yang lainnya tidak terdampak gempa,” ujarnya.

Baca Juga:  Kantor Lazismu Sepanjang dan Toko Preloved Diresmikan
Plafon atap TK ABA 2 Nabire berbahan triplek berjatuhan di salah satu kelas akibat gempa M 6,6 (Tagar.co/Sukarti)

Plafon Atap Terlepas 

Usai terjadi gempa bumi, lanjutnya, PWA langsung bergegas mengunjungi kedua TK ABA. Juga menyempatkan diri mengunjungi SD Muhammadiyah 1 Nabire yang berlantai dua dengan jumlah siswa 142.

“Bangunan TK ABA 2 Nabire mengalami kerusakan terutama bagian plaflon atap. Banyak plaflon berbahan triplek yang terlepas dari tempatnya. Beberapa plafon tampak terbuka dan menggantung. Jadi kondisinya sekitar 90 persen perlu kami perbaiki,” ungkapnya.

Bata merah bangunan perpustakaan SD Muhammadiyah 1 Nabire yang baru terpasang dua hari lalu ikut rusak berantakan akibat gempa Nabire M 6,6 (Tagar.co/Sukarti)

Ketika mengunjungi SD Muhammadiyah 1 Nabire, bangunan baru perpustakaan tampak bata merahnya berantakan. Bangunan di lantai 1 juga tampak beberapa pojok ruangan kelas dindingnya mengalami keretakan.

“SD Muhammadiyah 1 Nabire sedang membangun perpustakaan, ruang UKS, dan toilet. Bata merah perpustakaan baru terpasang dua hari lalu. Ternyata ikut rusak akibat gempa bumi. Saya masuk ke dalam kelas juga banyak dinding yang retak,” jelasnya.

Pembaca dan para dermawan bisa berdonasi untuk memperbaiki AUM di Nabire. Donasi bisa ditransfer ke Bank Muamalat 7330011861 atas nama Lazismu Situbondo Kemanusiaan. Konfirmasi ke Admin 0852 3183 932. (#)

Baca Juga:  Rakerda Lazismu Bakorwil 3 Digelar di Situbondo

Jurnalis Sugiran.

Beberapa pojok ruangan kelas SD Muhammadiyah 1 Nabire dindingnya mengalami keretakan (Tagar.co/Sukarti)