
Dracin dan Drakor menghabiskan banyak waktu menontonnya. Membuat pekerjaan tertunda. Karena itu kalau menonton jangan tersihir dengan rasa penasaran lanjutan kisahnya.
Oleh Hendra Pornama, Manager Lazismu Tulungagung.
Tagar.co – Di gadget kita sering berseliweran drama Cina atau Korea. Ada yang full movie. Banyak juga potongan satu adegan menarik sebagai teaser.
Drama ini cukup banyak penggemarnya. Bahkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam sebuah wawancara pernah mengaku, setiap hari selalu menonton drama Cina (Dracin).
Menteri Purbaya sangat suka dengan drama Cina karena ceritanya ringan, mudah dicerna, meskipun bertele-tele.
Cerita drama Cina maupun drama Korea (Drakor) sering kali berlatar belakang percintaan keluarga kaya dan miskin, cinta seorang CEO perusahaan yang menyamar, kisah reinkarnasi, cerita kehidupan istana kerajaan Cina dan Korea di masa lalu, pertikaian dunia persilatan, atau adu ilmu kultivasi para pendekar.
Ada juga cerita yang dikaitkan dengan kepercayaan dewa-dewi yang tentu saja di luar nalar. Banyak pilihan judul filmnya yang bisa dinikmati di Youtube maupun Netflix.
Durasi film Dracin dan Drakor cukup panjang. Bisa tiga jam. Ada yang digarap secara kolosal dan glamor untuk kisah kehidupan istana. Bintang-bintang filmnya pun good looking. Cantik dan tampan sehingga menjadi idola para Genzi di sini.
Menonton drama ini memang menghabiskan waktu. Membuat pekerjaan tertunda. Karena itu kalau menonton Dracin atau Drakor jangan tersihir dengan rasa penasaran lanjutan kisahnya sehingga mengabaikan tugas penting.
Menikmati film di HP bisa diatur kapan harus dihentikan dulu untuk menuntaskan pekerjaan. Nanti bisa disambung lagi menontonnya di waktu istirahat.
Rasulullah Saw berkata, “Wahai Hanzhalah, ada waktu untuk ibadah dan ada waktu untuk urusan dunia (hiburan).” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim, No. 2750).
Pesan hadis itu kalau dihubungkan dengan menonton Dracin tidak melarang, namun jangan melupakan ibadah.
Menonton Dracin atau Drakor boleh saja. Ini perkara mubah. Namun hukumnya bisa berubah menjadi makruh atau bahkan dilarang tergantung cara menonton dan cerita yang dilihat.
Perhatikan situasi ini. Pertama, Menjaga Kewajiban. Durasi yang panjang dalam menonton seringkali membuat lupa kewajiban kepada Allah yakni salat.
Juga membuat lupa tugas dan tanggung jawab memasak bagi ibu-ibu, tugas sekolah untuk anak-anak, dan tugas bekerja untuk bapak.
Kedua, Konten Aurat.
Adegan drama ada yang mempertontonkan aurat dan mesra. Sebaiknya yang seperti ini dihindari atau di-skip saja.
Ketiga, mengganggu akidah.
Cerita reinkarnasi atau dewa-dewi secara tak sadar bisa menjadi kepercayaan. Pikiran kadang ikut membayangkan di langit ada kehidupan seperti digambarkan dalam film.
Keempat, Pengaruh Budaya dan Moral
Prinsip yang dipakai melihat Dracin: ambil yang baik, buang yang buruk. Ada kisah yang baik seperti bakti pada orang tua, kerja keras. Namun banyak yang berlebihan dan tak sesuai dengan perilaku Islam. Seperti hidup bersama laki perempuan sebelum menikah. Kekuatan supranatural, gaya hidup hedon, dan minum arak.
Maka menonton Dracin niat hiburan semata. Jangan sampai ketagihan hingga menunda waktu ibadah. (#)
Penyunting Sugeng Purwanto








