Feature

Doorprize Umrah Bikin Dua Perempuan Ini Menangis

693
×

Doorprize Umrah Bikin Dua Perempuan Ini Menangis

Sebarkan artikel ini
Doorprize aneka macam yang diundi di acara milad Muhammadiyah di Lumajang membuat hati peserta jalan sehat harap-harap cemas. Mereka sangat berharap hadiah dua paket umrah.
Lembak Indriani menerima hadiah paket umrah 16 hari di acara jalan sehat milad Muhammadi di Lumajang. (Tagar.co/Kuswantoro)

Doorprize aneka macam yang diundi di acara milad Muhammadiyah di Lumajang membuat hati peserta jalan sehat harap-harap cemas. Mereka sangat berharap hadiah dua paket umrah.

Tagar.co – Deretan hadiah doorprize bertumpuk di atas panggung. Ada sepeda gunung, dua lemari es, kompor gas, kipas angin, dan lainnya.

Paling diharap-harap peserta jalan sehat adalah doorprize hadiah utama berupa dua paket umrah.

Itulah suasana meriah dan harap-harap cemas acara jalan sehat milad ke-113 Muhammadiyah yang diadakan oleh PDM Lumajang.

Acara berlangsung di halaman Perguruan Muhammadiyah Lumajang di Jalan Brantas, Sabtu (15/11/2025).

Sebanyak 6.000 peserta jalan sehat memenuhi area sekolah. Di bagian lain halaman dipenuhi tenda-tenda stan pedagang bazaar. Pengunjung tumpah ruah membeli makanan, minuman, jajanan, dan asesoris.

Hadiah umrah selama sembilan hari dari PT Tiga Cahaya Utama Malang. Paket umrah 16 hari dari PT Johar Lumajang.

Usai jalan sehat peserta memasukkan kupon ke kotak. Panitia menggunakan sistem undian digital untuk menentukan pemenangnya.

Kejutan

Baca Juga:  Bazar Milad Muhammadiyah Diserbu Pengunjung

Nomor kupon peserta dimasukkan ke aplikasi. Lalu sistem mengacak kupon. Hasilnya ditampilkan ke layar besar di depan panggung. Setiap angka yang berputar membuat ribuan peserta menahan napas.

Sorakan langsung pecah saat layar menampilkan nomor pemenang paket umrah 16 hari. Nomor itu dipegang oleh Lembak Indriani, warga Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kaliwungu, Tempeh.

“Saya kaget ketika nomor saya muncul di layar. Ini benar-benar di luar dugaan,” tuturnya sambil meneteskan air mata.

”Terima kasih kepada Muhammadiyah. Di milad ke-113 ini saya diberi kesempatan untuk bisa hadir ke Tanah Suci. Saya juga berterima kasih kepada PT Johar Lumajang. Semoga travelnya semakin berkah,” ucapnya.

Beberapa menit kemudian layar kembali berhenti pada satu nomor. Nomor itu dipegang oleh Najwa Savina, warga Suko Lumajang. Dia pemenang paket umrah 9 hari.

Begitu sadar nomornya muncul, tangannya gemetar. Lalu ia menangis histeris.

”Saya kaget dan sampai menangis… karena rasa syukur,” ucapnya terbata-bata.

Hadiah itu ia serahkan kepada orang yang sangat ia cintai. ”Paket umrah ini saya berikan kepada nenek saya. Terima kasih banyak kepada Muhammadiyah dan PT Tiga Cahaya Utama Malang,” ujarnya.

Baca Juga:  SMK Pemuda Krian Bawa Pesan Hijau di Pawai Milad Muhammadiyah, Juara 2 Maskot Terbaik

Jalan sehat ini menutup rangkaian awal perayaan milad Muhammadiyah tahun ini di Lumajang dengan kisah penuh haru dan kebersamaan.

Tidak semua pulang dengan hadiah, tetapi semuanya pulang dengan pengalaman yang menghangatkan hati menjadi bagian dari perjalanan panjang Muhammadiyah.

Najwa Savina menerima paket umrah 9 hari di acara jalan sehat milad Muhammadi di Lumajang. (Tagar.co/Kuswantoro)

Puncak Milad

Wakil Ketua Panitia, Nugroho Dwi Admoko, menyampaikan, persiapan milad Muhammadiyah dirancang sebaik mungkin.

Jalan sehat ini, sambung dia, bagian dari rangkaian menuju puncak milad ke-113 Muhammadiyah yang akan digelar pada 23 November 2025.

”Insyaallah di puncak acara akan hadir Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Hilman Latif. Mohon doanya semoga semuanya dilancarkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia.

“Alhamdulillah, pelaksanaan jalan sehat bisa berjalan dengan lancar, aman, dan meriah. Terima kasih atas kerja keras, semangat, dan jerih payah teman-teman selama ini yang tidak mengenal waktu, tenaga, pikiran, dan pengeluaran.

Dia berharap semua ini menjadi cerita indah dan pengalaman yang tidak terlupakan. ”Mohon maaf apabila ada tutur kata, sikap, atau perilaku yang kurang berkenan,” tuturnya. (#)

Baca Juga:  113 Tahun Muhammadiyah: Inovasi Digital Jadi Keniscayaan

Jurnalis Kuswantoro  Penyunting Sugeng Purwanto