
Suasana hangat Halalbihalal di Sidoarjo berubah menjadi momentum intelektual dengan peluncuran buku reflektif tentang Ramadan.
Tagar.co – Momentum Halalbihalal dimanfaatkan secara lebih bermakna oleh jajaran pimpinan LPCRPM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Tak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, kegiatan ini juga diisi dengan penguatan literasi dakwah melalui peluncuran buku berjudul Naik Derajat di Bulan Ramadan karya Fathurrahim Syuhadi.
Baca juga: Halalbihalal LPCRPM PWM Jatim, Perkuat Silaturahmi dan Dorong Program Strategis
Acara berlangsung di Perum Tanggulangin Asri, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Sabtu (4/4/2026), bertempat di kediaman Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PWM Jawa Timur, Dr. Hasan Ubaidillah yang akrab disapa Mas Ubet. Sebanyak 30 anggota LPCRPM Jawa Timur hadir dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Tak hanya menjadi ruang untuk saling memaafkan setelah Ramadan, kegiatan ini juga menghadirkan nuansa refleksi spiritual dan intelektual yang mendalam. Halalbihalal, yang telah menjadi tradisi khas masyarakat Indonesia, dipahami sebagai sarana mempererat ukhuwah, merajut kembali harmoni sosial, serta melanjutkan nilai-nilai kesucian yang telah ditempa selama bulan Ramadan.
Dalam sambutannya, Mas Ubet mengapresiasi semangat literasi yang terus tumbuh di lingkungan LPCRPM. Ia menegaskan bahwa aktivitas menulis dan menerbitkan buku merupakan bagian penting dari dakwah yang berdampak luas.
“Alhamdulillah, ini sangat luar biasa. Saya mengapresiasi keaktifan menulis dan menerbitkan buku di lingkungan tim kita,” ujarnya.
Ia berharap, gerakan literasi ini terus berkembang dan menjadi budaya di kalangan aktivis masjid. Menurutnya, dakwah tidak cukup hanya disampaikan secara lisan, tetapi juga perlu didokumentasikan dalam bentuk tulisan agar menjangkau lebih banyak kalangan.

Sementara itu, Fathurrahim Syuhadi menjelaskan bahwa buku tersebut ditulis sepanjang bulan Ramadan dan berhasil diselesaikan menjelang akhir bulan suci, sebelum akhirnya terbit pada bulan Syawal.
“Buku ini saya tulis sebagai panduan sederhana namun reflektif agar Ramadan benar-benar menjadi madrasah jiwa. Isinya mengajak pembaca memahami keutamaan Ramadan, memperbaiki diri, hingga melakukan refleksi: setelah Ramadan kita menjadi siapa,” jelasnya.
Buku Naik Derajat di Bulan Ramadan, Madrasah Jiwa Menuju Taqwa terdiri dari 10 bab dalam 111 halaman. Materinya mencakup pembahasan tentang keutamaan Ramadan, proses perbaikan diri, hingga refleksi mendalam yang mengajak pembaca mengevaluasi kualitas diri pasca-Ramadan.
Para peserta memberikan apresiasi atas konsep acara yang dinilai inovatif. Penggabungan Halal Bihalal dengan peluncuran buku dianggap sebagai langkah produktif dalam dakwah—menghadirkan perpaduan nilai spiritual, sosial, dan intelektual dalam satu momentum.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa tradisi silaturahmi dapat terus dikembangkan menjadi ruang produktif yang memberi dampak lebih luas, tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga memperkaya khazanah literasi dakwah di tengah masyarakat. (#)
Jurnalis Yekti Pitoyo Penyunting Mohammad Nurfatoni






