
Camat Pronojiwo kenalkan wisata di lereng Semeru yang indah seperti Kapas Biru, Lavatoure, Hutan Pinus, Teras Semeru, dan Sarkawi.
Tagar.co – Langit Pronojiwo pagi itu bersih. Udara pegunungan masih basah oleh embun. Sekelompok pria berbaju hitam bertuliskan Bikersmu menapakkan kaki di Kantor Kecamatan Pronojiwo, Selasa (22/7/2025).
Nugroho Dwi Atmoko, Ketua Bikersmu Chapter Lumajang, berjalan berdampingan dengan beberapa pengurus. Mereka disambut hangat oleh Camat Pronojiwo, Hani Pujianto, SH.
”Kami tidak hanya bawa motor. Kami bawa misi dakwah Muhammadiyah,” kata Nugroho kepada Camat Hani.
Sebagai titik finish Kopdargab IV Bikersmu se-Jatim, Pronojiwo punya peran penting. Air Terjun Tumpak Sewu yang megah jadi saksi berkumpulnya ratusan pegiat motor dari berbagai kota semua satu semangat, satu akidah, satu jalan: dakwah bil hikmah.
”Kami harus sowan ke tuan rumah. Dalam hal ini Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan juga pemerintah kecamatan. Supaya semua elemen bisa terlibat. Ini bukan sekadar acara komunitas,” lanjut Nugroho.
Rencana pertemuan Bikersmu digelar dua hari lagi, Sabtu-Ahad, 26-27 Juli 2025. Start dari Bumi Perkemahan Glagah Arum, Senduro, dan finish di Air Terjun Tumpak Sewu, Pronojiwo. Dua titik strategis itu jadi lambang sinergi antara alam dan dakwah.
“Di Senduro, kami juga sudah koordinasi. Bahkan tim medis dari Puskesmas Senduro akan gabung, dibantu tenaga medis dari RS Muhammadiyah Lumajang,” jelas Nugroho.
Setelah dari kantor kecamatan, rombongan bersama PCM Pronojiwo didampingi camat dan para staf langsung meninjau lokasi wisata Tumpak Sewu.
Mereka memastikan rute, kondisi lapangan, dan kesiapan teknis menjelang kegiatan besar tersebut.
“Alhamdulillah, tiket masuk ke wisata Tumpak Sewu ada diskon khusus untuk peserta Bikersmu. Ini berkah sekaligus penghormatan,” ujar Nugroho tersenyum.

Camat Hani Pujianto memberikan dukungan penuh. “Kami selaku pemerintah Kecamatan Pronojiwo sangat mendukung. Ini kegiatan positif dari Muhammadiyah dan bisa berdampak pada promosi wisata kami. Kami sangat welcome untuk acara semacam ini,” ujar Hani.
Menurutnya, Pronojiwo tak hanya punya Tumpak Sewu. Ada Kapas Biru, Lava tour, Hutan Pinus, Teras Semeru, hingga kawasan Sarkawi di lereng Semeru. Semua berpotensi besar jika dibarengi kegiatan positif dan edukatif.
“Apalagi ini syiar Muhammadiyah. Dampaknya akan baik untuk anak-anak muda. Wisata itu harus dikawal, supaya tidak jadi jalan masuk pengaruh negatif. Di sinilah peran dakwah sangat penting,” lanjutnya.
Ia juga berharap Muhammadiyah bisa ikut mendorong pemberdayaan UMKM lokal dan tetap menjaga budaya masyarakat sekitar.
“Turis asing saja tiap hari bisa 500 orang datang ke Tumpak Sewu dari Cina, Eropa. Kalau akhir pekan bisa sampai seribu lebih, gabungan wisatawan lokal dan mancanegara,” ungkapnya.
Di akhir percakapan, Hani bahkan menyampaikan ajakan terbuka. “Warga Muhammadiyah dari seluruh Indonesia, ayo datang ke Pronojiwo. Nikmati alamnya, dan rasakan keramahan warga kami. Insyaallah, tidak kecewa.”
Kini, Pronojiwo bukan hanya destinasi. Ia menjadi panggung dakwah, tempat bertemunya roda-roda perjuangan dan jejak-jejak kemanusiaan.
Ketika Bikersmu datang, bukan hanya suara knalpot yang terdengar, tetapi gema semangat Islam yang mencerahkan.
Apa yang dibangun Muhammadiyah tak melulu soal masjid atau sekolah. Tapi juga membangunkan harapan, menggerakkan ekonomi, hingga menjaga alam dengan pendekatan yang santun.
Pada 27 Juli nanti, Pronojiwo akan mengukir sejarah. Sebuah pertemuan para pejuang jalanan yang tidak hanya mengabdi pada mesin, tapi juga pada nilai dakwah. (#)
Jurnalis Kuswantoro Penyunting Sugeng Purwanto












