
Empat mahasiswa UMM mengedukasi pendidikan seksual bagi siswa SD, mengenalkan pubertas, menjaga kebersihan, dan privasi tubuh, demi melindungi diri dari hal tak diinginkan.
Tagar.co – Empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Kelompok 4 Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) mengadakan kegiatan edukasi bertema “Pendidikan Seksual: Kukenali Tubuhku untuk Menjaga Diriku.” Kegiatan ini terlaksana di dua tempat SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School) secara serentak. Yakni Perpustakaan Al-Hikmah bagi siswa laki-laki dan Aula bagi siswa perempuan.
Ketua Kelompok 4 Charera Avril Nur Aisyah menjelaskan, edukasi ini bertujuan mengenalkan pendidikan seksual dasar yang sesuai usia siswa kelas VI. “Kami menyadari pendidikan seksual penting untuk siswa SD. Seiring perkembangan zaman dan pengaruh teknologi, banyak anak sekarang yang melewati batas,” ujar Chery, sapaan akrabnya.
Chery bersama timnya yang mengabdi selama sebulan di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, memulai sesi dengan mengajak anak-anak menyadari tubuh mereka. Ini sebagai langkah awal untuk menjaga diri.
Di awal sesi, Chery menjelaskan, pendidikan seksual adalah proses mengenal fungsi tubuh sendiri, menjaga kebersihan, serta memahami perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Ia juga menggunakan visual yang menarik dan ramah anak untuk menjelaskan masa pubertas.
“Pubertas adalah waktu di mana anak akan mengalami berbagai perubahan, baik fisik maupun emosional,” terangnya.
“Edukasi ini penting agar anak tidak merasa takut atau bingung saat mengalaminya,” tutur Chery. Secara terpisah, Inayah Prayogo menjelaskan materi ini kepada siswa perempuan di aula.

Menyambut Perubahan Tubuh
Chery melanjutkan pemaparannya dengan merinci perubahan tubuh yang anak laki-laki alami saat pubertas. Seperti mengalami mimpi basah, suara menjadi lebih berat, tumbuhnya jakun, dan tumbuhnya rambut di bagian tubuh tertentu.
Anak-anak juga dia ajak mengenal alat reproduksi pria dan wanita. Bagian ini untuk memahami anatomi tubuh dasar serta pentingnya menjaga privasi dan kebersihan.
Tidak hanya itu, Chery memberikan edukasi sederhana tentang cara menjaga kesehatan tubuh agar tetap bugar dan bersih. Gadis asal Gresik itu menekankan pentingnya menjaga kebersihan tubuh dan rutin berolahraga.
“Kurangi bermain gawai. Normalnya 2 jam per hari untuk bermain gawai,” ujarnya.
Ia juga mengajak siswa untuk istirahat yang cukup setiap hari. “Kalau tidur kurang, berangkat ke sekolah mengantuk,” terang alumnus SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) itu.
“Ini bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain. Yang boleh menyentuh hanya diri sendiri, dokter yang memeriksa, dan orang tua sesuai izin kita,” tegas Chery menunjuk gambar yang terpampang di layar smart TV. Bagian tubuh yang tidak boleh disentuh itu termasuk mulut, dada, kemaluan, dan pantat.
“Itu ranah privasi kita, baik sesama laki-laki maupun dengan perempuan. Nanti membuat teman tidak nyaman,” lanjutnya.
Anak-anak menyambut baik kegiatan ini dan antusias mengikuti setiap penjelasan dan tantangan yang mereka berikan. Dua siswa, Mika Al Kahfi dan rekannya, berani menjawab tantangan tentang bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh orang lain sentuh.

Membangun Komitmen Menjaga Diri
Pada sesi tanya jawab, Abizar, salah satu siswa, bertanya, “Mimpi basah terjadi berapa kali?”
Chery menjawab, “Bisa berulang kali. Ketika kalian tidur, air mani keluar saat memimpikan aktivitas seksual. Itu tandanya sudah baligh atau dewasa.”
Pertanyaan kritis datang dari Alvin, “Kenapa tumbuh jakun?”
Chery menjawab, “Itu menandakan suara kalian berat. Semua ini normal, bukan bahan bercandaan ya.”
Sebagai penutup, seluruh siswa bersama-sama meneriakkan komitmen, “Kukenali tubuhku untuk menjaga diriku.”
Usai sesi pemaparan materi, Chery mengaku terkejut dengan pertanyaan berbobot dari para siswa. Sementara itu, Naya merasa lega setelah berhasil menyampaikan materi di kelas putri.
“Alhamdulillah anaknya bisa diajak kerja sama. Mereka tenang dan tertib,” terangnya.
Mereka pun membagikan hadiah kepada seluruh siswa yang berani menjawab pertanyaan. Hadiah tersebut bukanlah sembarang hadiah. Mereka memilih bricks, mainan bongkar pasang.
“Agar mengisi waktu luang tanpa gawai. Sekarang anak suka main gawai lama. Bricks bisa bantu motorik halus, konsentrasi, dan fokus. Konsentrasi anak sekarang cukup rendah karena terlalu banyak main gawai, jadi kami alihkan ke bricks,” jelas Chery.
Baca Juga: Di Ujung Pengabdian, IPM Junio Mugeb Raih Penghargaan Terfavorit Se-Kabupaten Gresik
Sejalan Program BK
Selama Chery menjelaskan di perpustakaan dan Naya di aula, dua anggota PMM lainnya, Adeesty Arynandya Mutiarashavitri dan Nafisah Amanah Azmy, sigap mendokumentasikan setiap momen. Sesekali mereka memotret dan merekam video.
Menurut Sayyidah Nuriyah, S.Psi, konselor Mugeb yang turut mendampingi, langkah edukasi ini harapannya mampu menciptakan generasi muda yang sehat, percaya diri, dan mampu menjaga diri mereka sejak dini.
“Alhamdulillah. Edukasi ini sejalan dengan program BK Goes to Class pada jam Pengembangan Diri. Semoga kelas siang tadi juga menjadi pengalaman mengajar yang berharga bagi rekan-rekan mahasiswa Psikologi UMM,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Kamis (7/8/2025) mereka memberikan sosialisasi anti bullying kepada siswa kelas V pada jam Pengembangan Diri. (#)
Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni












