
Mereka belajar membuat teks prosedur dalam bahasa Inggris dengan topik How to Make Damar Kurung. Ada sesi presentasi, diskusi, hingga praktik langsung membuat damar kurung
Tagar.co – Suasana hangat penuh semangat terasa sejak pagi hari di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB) yang terletak di dalam kompleks Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Kerajaan Thailand. 600, 602 Phetchaburi Rd, Thanon Phaya Thai, Ratchathewi, Bangkok 10400.
Hari itu, Rabu, 28 Mei 2025, sebanyak 12 siswa International Class Program (ICP) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik melakukan kunjungan edukatif dalam rangkaian kegiatan Edu Cultural Trip (ECT) Bangkok 2025.
Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan wisata belajar, tetapi juga misi budaya dan silaturahmi. Disambut ramah oleh para guru dan siswa SIB yang merupakan putra-putri warga negara Indonesia yang saat ini menetap di Bangkok, peserta tampak antusias berinteraksi dan berbaur. SIB sendiri melayani jenjang pendidikan dari tingkat TK hingga SMA.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Spemdalas Jamilah, M.Pd. yang mendampingi kegiatan ini, menyampaikan kunjungan ke SIB memiliki dua tujuan utama.
“Pertama, kami ingin menjalin silaturahmi dengan saudara-saudara kita sesama WNI yang tinggal di luar negeri. Kedua, peserta diajak belajar bahasa Inggris dalam konteks tradisi lokal Gresik, yaitu tradisi Damar Kurung,” ungkapnya.
Kegiatan hari itu pun dirancang interaktif dan kolaboratif. Dina Hanif Mufidah, M.Pd., guru Bahasa Inggris yang turut mendampingi, menjelaskan bahwa peserta didorong untuk mengeksplorasi kemampuan berbahasa Inggris melalui tema budaya.
“Mereka belajar membuat teks prosedur dalam Bahasa Inggris dengan topik ‘How to Make Damar Kurung’. Ada sesi presentasi, diskusi, hingga praktik langsung membuat Damar Kurung,” ujarnya.
Untuk mendukung pembelajaran yang bermakna dan kontekstual, para guru membawa Damar Kurung Kit, yakni seperangkat alat dan bahan untuk membuat Damar Kurung. Kit ini menjadi media pembelajaran yang memudahkan siswa memahami dan mengekspresikan proses kreatif Damar Kurung secara konkret.
Kegiatan ini pun menjadi pengalaman berharga bagi peserta ECT maupun siswa SIB. Kolaborasi budaya dan pembelajaran lintas negara ini tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga menjadi bentuk nyata diplomasi budaya di kalangan pelajar Indonesia. (#)
Jurnalis Dina Hanif Mufidah. Penyunting Ichwan Arif.












