
Hari terakhir asesmen praktik kelas VI SD Almadany diisi penampilan musik dan praktik menggambar damar kurung. Siswa tampil percaya diri membawa berbagai alat musik dan menunjukkan kreativitas mereka.
Tagar.co – Suasana berbeda terasa di SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik, Jumat (6/3/2026). Hari terakhir asesmen praktik kelas VI menghadirkan panggung kreativitas bagi para siswa melalui mata pelajaran Seni Budaya.
Baca juga: Asesmen Praktik SD Almadany: Siswa Rancang Kegiatan IPM dan Eksperimen Perubahan Energi
Tidak sekadar ujian, kegiatan ini berubah menjadi pertunjukan seni kecil yang menampilkan bakat dan kepercayaan diri para siswa di hadapan guru dan teman-temannya.
Pada asesmen Seni Musik, siswa diuji kemampuan kreatif mereka dalam beberapa bidang, seperti bernyanyi, memainkan alat musik, menari, dan menggambar.
Namun pada hari terakhir ini, siswa hanya menampilkan permainan alat musik dan menggambar, karena penilaian untuk tari dan vokal telah dilaksanakan pada sesi sebelumnya.
Sejak pagi, para siswa tampak sibuk mempersiapkan penampilan. Berbagai alat musik mereka bawa dari rumah, mulai dari keyboard, pianika, gitar, seruling, kecrekan, hingga angklung.
Dengan penuh percaya diri, mereka tampil di panggung yang telah disiapkan sekolah. Irama alat musik yang dimainkan dipadukan dengan lantunan lagu sehingga menghasilkan penampilan yang harmonis.
Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kesungguhan para siswa dalam menampilkan karya terbaik mereka. Menurutnya, panggung asesmen ini tidak hanya menguji kemampuan, tetapi juga melatih keberanian dan kreativitas siswa.
“Luar biasa niat dan perform mereka di panggung yang disediakan. Terima kasih kepada ayah dan bunda atas dukungannya, terutama untuk mama Excel yang membantu menyediakan sound system,” ujarnya.
Setelah menampilkan pertunjukan musik, asesmen dilanjutkan dengan praktik menggambar damar kurung—salah satu warisan seni khas Gresik.
Dalam karya tersebut, siswa menggambarkan berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari. Setiap gambar kemudian diwarnai dengan cat warna sehingga menghadirkan komposisi yang cerah dan ekspresif, khas gaya damar kurung.
Melalui asesmen praktik ini, siswa tidak hanya diuji dari sisi keterampilan, tetapi juga diajak mengenal dan mencintai kekayaan seni lokal. (#)
Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni












