Feature

Aisyiyah Garda Terdepan Ketahanan Pangan, Bupati Kulon Progo: Kami Bangga Jadi Tuan Rumah Resepsi Milad

616
×

Aisyiyah Garda Terdepan Ketahanan Pangan, Bupati Kulon Progo: Kami Bangga Jadi Tuan Rumah Resepsi Milad

Sebarkan artikel ini
Bupati Kabupaten Kulon Progo, Dr. H. R. Agung Setyawan, S.T., M. Sc., M. M. saat menyampaikan sambutannya pada Resepsi Milad ‘Aisyiyah ke-108 Tahun di Yogyakarta, Senin, 19 Mei 2025 (Tangkapan layar youtube).

Bupati Kulon Progo menegaskan pentingnya peran perempuan dan desa sebagai kunci ketahanan pangan nasional. Aisyiyah dinilai berhasil wujudkan konsep Qaryah Tayibah.

Tagar.co – Seragam khaki dan peci hitam yang dikenakan Bupati Kulon Progo, Dr. H. R. Agung Setyawan, tampak mencolok di tengah lautan ibu-ibu Aisyiyah. Dengan ekspresi sumringah, ia berdiri di atas mimbar dalam Resepsi Milad Ke-108 Aisyiyah yang digelar di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Senin (19/5/2025).

Di hadapan peserta yang hadir secara langsung maupun daring lewat kanal YouTube Pimpinan Pusat Aisyiyah (PPA), Agung menyampaikan rasa bangganya.

“Kami bersyukur pilihan jatuh ke Kulon Progo,” ujarnya, merujuk pada penunjukan kabupaten yang ia pimpin sebagai tuan rumah milad tahun ini.

Baca juga: Islam Bukan Sekadar Dihafal: Pesan Ketua PWA DIY di Milad Ke-108 Aisyiyah 

Dalam sambutannya, Agung menyampaikan pandangan mendalam tentang peran Aisyiyah, tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga sebagai pelopor ketahanan pangan.

Ia menyoroti gerakan Gerakan Lumbung Hidup Aisyiyah (GLHA) sebagai bukti nyata kontribusi organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut.

Baca Juga:  Cafe Jagadjawi Menganti, Hangatnya Pertemuan Sahabat Ambyar di Penghujung 2025

“Aisyiyah tidak hanya menjadi pelopor dalam dunia pendidikan saja, namun juga menjadi garda terdepan dalam membangun nilai-nilai keislaman yang berkemajuan,” katanya.

Tema milad tahun ini, Mewujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qoryah Thayyibah Menuju Ketahanan Nasional, menurutnya sangat tepat. Ia menggarisbawahi pentingnya desa sebagai poros kekuatan bangsa.

“Indonesia baru memperkuat bagaimana caranya meningkatkan dan mempercepat ketahanan pangan dan menuju daulat pangan,” lanjutnya. “Ketahanan pangan bukan hanya persoalan ekonomi atau pertanian semata melainkan juga menyangkut kemandirian, keadilan sosial, dan kedaulatan.”

Mengaitkan dengan konsep Qoryah Tayibah—desa yang baik, bersih, dan sejahtera—Agung menyebut tema tersebut sejalan dengan visi pembangunan yang holistik dan integratif.

“Tema ini sejalan dengan konsep pembangunan yang holistik serba cukup dan serba cakup yang menggabungkan nilai-nilai spiritual, sosial, dan ekonomi dalam satu kesatuan utuh,” ungkapnya.

Ia pun menyoroti kontribusi strategis Aisyiyah dalam membangun desa, terutama melalui pemberdayaan perempuan dan penguatan keluarga.

“Aisyiyah mempunyai peran nyata dalam memberdayakan perempuan secara utuh dan mampu mengangkat generasi cerdas dan menjadi pemimpin yang luar biasa, termasuk ibu-ibu yang ada di sini,” ucapnya bangga.

Baca Juga:  Ibu, Restui Aku

Lebih lanjut, Agung juga memuji kiprah Aisyiyah dalam bidang pendidikan yang menjangkau dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Dengan nada penuh humor, ia menambahkan, “Dompet bapak-bapak terjaga aman karena ibu-ibu Aisyiyah sudah terbiasa memanfaatkan lingkungan untuk mendukung ketahanan pangan dengan kearifan lokalnya.” Gelak tawa dan senyuman para hadirin pun menyambutnya.

Mewakili pemerintah daerah, Agung menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Aisyiyah. Ia menyatakan bahwa gerakan Aisyiyah telah menginspirasi perempuan-perempuan Kulon Progo untuk menjadi pribadi yang mandiri, berilmu, dan peduli terhadap sesama.

Ia berharap akan terus lahir generasi bangsa dari rahim Aisyiyah yang “berakhlak mulia, jujur, ikhlas, berjiwa besar serta memiliki kepedulian terhadap sesama.”

Dengan keyakinan bahwa apa yang dilakukan Aisyiyah berakar pada nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., Agung mengajak semua pihak untuk bersinergi membangun desa mandiri pangan.

“Perkuat sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat dalam satu jalinan konsep pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Agung memberikan penghormatan khusus kepada Aisyiyah dan Muhammadiyah. “Hanya kepadamulah aku akan merasa senang dan bahagia, yaitu dalam dekapan ibu-ibu Aisyiyah,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.

Baca Juga:  Bintang untuk Akasha

“Muhammadiyah tetap menunjukkan bahwa dia sebagai pilar yang kuat dalam pembangunan bangsa Indonesia,” ujarnya. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni