Feature

42 Regu Siswa SMPM 12 Sendangagung Meriahkan Karnaval Kemerdekaan

22
×

42 Regu Siswa SMPM 12 Sendangagung Meriahkan Karnaval Kemerdekaan

Sebarkan artikel ini
Pasukan bendera disusul di belakangnya barisan jidor Surya Nada dalam acara karnaval desa (Tagar.co/Sri Asian)

SMPM 12 Sendangagung meriahkan karnaval HUT Ke-80 RI dengan 42 regu bertema kreatif: Dari seni tradisional hingga teknologi masa depan. Karnaval ini bukan sekadar hiburan, tapi sarana pendidikan dan kebersamaan.

Tagar.co – Suasana Desa Sendangagung, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Rabu (27/8/2025) berubah riuh penuh warna. Sejak siang hari, ratusan warga tumpah ruah di tepi jalan menyaksikan karnaval HUT Ke-80 Republik Indonesia yang digelar Pemerintah Desa Sendangagung. Salah satu peserta yang paling ditunggu-tunggu adalah SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung.

Baca juga: Drumben Gema Nada Aisyiyah: Umur Boleh Sepuh, Semangat Tetap Utuh

Rute karnaval dimulai pukul 13.00 WIB dari Pos Kamling RW 02 dan berakhir di halaman SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung. Sepanjang empat kilometer perjalanan yang melintasi perkampungan Sendangagung hingga Sendangduwur, para siswa tampil dengan semangat membara, membawa beragam tema kreatif yang memikat mata penonton.

Regu dengan tema Keberagaman Budaya Nusantara, acara karnaval desa (Tagar.co/Sri Asian)

42 Regu, Ragam Tema

Menurut Ketua Panitia Karnaval, M. Raji, S.Pd., sekolah ini menurunkan 42 regu. Rinciannya, kelas 7 menampilkan 10 regu, kelas 8 ada 12 regu, dan kelas 9 sebanyak 10 regu.

Baca Juga:  Bakti Sosial Menjelang Ramadan, Aisyiyah Sendangagung Tebar 132 Paket Sembako

“Tema yang diangkat sangat beragam, mulai Teknologi Masa Depan, Seni Tradisional, Cerita Rakyat Nusantara, Festival Layang-layang, hingga Keberagaman Budaya Indonesia. Ada juga Profesi Impian, Festival Buah dan Sayuran, Transportasi dari Masa Lalu sampai Sekarang, Alam dan Lingkungan, serta Flora dan Fauna Indonesia,” ujarnya.

Formasi barisan pun dibuat rapi. Pasukan bendera dan grup Jidor Surya Nada membuka penampilan, disusul barisan Tapak Suci, Kepanduan, hingga atraksi Tongklek Pelajar Bersinar. Sementara untuk siswi putri, tampil barisan bendera, Tapak Suci, Kepanduan, hingga ditutup drumband putra yang menggema semarak.

Tak ketinggalan, pasukan kebersihan yang diprakarsai Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) turut serta menjaga lingkungan tetap bersih dengan memungut sampah sepanjang jalur karnaval.

Barisan dengan tema Flora dan Faona, dari kelas 7H, acara karnaval desa (Tagar.co/Sri Asian)

Bukan Sekadar Hiburan

Bagi Raji yang juga Wakil Kepala Kesiswaan, karnaval ini lebih dari sekadar pawai. “Saya sangat mengapresiasi semangat para siswa yang juga santri Al Ishlah. Karnaval ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga wadah menumbuhkan cinta budaya lokal, meningkatkan kreativitas, dan mempererat hubungan sekolah dengan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga:  UMM dan Aisyiyah Paciran Perkuat Kemandirian Ekonomi Perempuan

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung setiap tahun. “Semoga karnaval semacam ini menjadi sarana pembentukan karakter dan kebersamaan. Bukan hanya menghibur, tapi juga memberi makna,” ujarnya. (#)

Jurnalis Sri Aisan Penyunting Mohammad Nurfatoni